Enter your keyword

post

Kolom Kang Sigit

pak sigit

Kolom Kang Sigit

Teknologi hanya sebagai alat bantu

seperti dimuat di Tribun Jogja, 1 Juli 2016 sebgai tanggapan maraknya penggunaan teknologi CCTV untuk keamanan Rumah

 

Sekarang adalah tren konvergensi teknologi dimana semua standar dan protokol komunikasi data mengarah  pada keseragaman. Kita melihat bagaimana peran gadget mampu menggantikan banyak sekali peranti masalalu baik sebagai pemutar video, musik, bahkan menjadi dompet digital. Tidak terkecuali juga sistem keamanan lingkungan. Bagaimanapun, kehadiran teknologi digital mampu membuat pengelolaan sistem menjadi lebih efesien, efektif dan borderless. Dengan menyambungkan banyak teknologi seperti teknologi keamanan rumah ke dalam teknologi digital, atau nanti akan menjadi lingkungan yang terintegrasi, maka internet akan berubah menjadi penghubung apapun yang tersambung. Saat ini tren teknologi mengarah pada Internet of Things.

Kemampuan teknologi keamanan rumah meningkat tidak hanya dari sisi kualitas, tetapi juga keterjangkauan dan kepintaran. Teknologi CCTV misalnya, mampu menyimpan rekaman dalam mode kualitas yang bagus, namun irit berkat teknologi ‘deteksi gerak’. Jadi hanya obyek yang bergerak yang akan direkam sehingga tidak membroroskan tempat penyimpanan. Dari sisi akses, CCTV dapat dipantau dari lokasi manapun selama terhubung ke jaringan berbasis internet protocol. Tentu segala kelebihan ini membuat pengelolaan keamanan menjadi lebih efisien dan dapat dibuat terpusat, seperti pemantauan arus lalu lintas milik kepolisian

Sisi Negatif

Memang teknologi selalu memiliki dua sisi mata uang. Kekhawatiran penggunaan teknologi keamanan rumah/gedung kategori teknologi pengintai tentu akan banyak merugikan jika dimanfaatakan untuk memantau aktivitas pribadi. Untuk jenis pengamanan lain, misal pemonitor aktivitas lingkungan, seperti buka tutup pintu, pemantau suhu untuk monitor kebakaran atau jenis monitoring yang lain memiliki resiko apabila dimanfaatkan oleh orang-orang yg tidak bertanggungjawab, baik membuat isu negatif, misal kebakaran dll. Juga rentan terhadap aktivitas hack, karena pada umumnya sistem-sistem tersebut minim campur tangan manusia (otomasi).

Bagaimana cara mempertimbangkan kebutuhan perangkat?

Yang pertama harus dipertimbangkan adalah tujuannya. Banyak peranti mempunyai spesifikasi berlebihan diluar yang kita butuhkan. Kedua pertimbangan pengembangan. Pilih peranti yang tepat sesuai kebutuhan kita saat ini dan kebutuhan pengembangan untuk 3-5 tahun mendatang. Ketiga : Carilah teknologi yang mudah perawatannya dan dari distributor yang memberikan layanan purna jual. PErtimbangan berikutnya adalah harga. Urutan ini sebaiknya jangan dibalik.

apakah kita bisa mengandlakan sepenuhnya pada teknologi?

Manusia tidak bisa lepas tangan. Bagaimanapun canggihnya teknologi yang digunakan, sebaiknya kita memposisikan teknologi sebagai alat bantu manusia. Segala keputusan akhir tetap berada di tangan manusia. Meskipun mulai berkembang teknologi cerdas, tetapi sampai saat ini hanya sebagai pendukung.

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.

Add A Knowledge Base Question !

You will get a notification email when Knowledgebase answerd/updated!

+ = Verify Human or Spambot ?

Segera mendaftar di Gelombang III
Mulai 01 Agustus s/d 30 September 2017
Dapatkan Benefitnya !
* Raih Beasiswa Prestasi hingga hingga 100 % bebas DPP,-
* Raih Beasiswa bidang Olahraga dan Seni hingga 50% DPP,-
* Ikuti Workshop mhs baru 'Menjadi Investor Pemula bersama Galery Investasi Poljan (didukung IDX dan RHB)
* Ikuti open Workshop menjadi pengusaha muda kampus di era digital